Berita Terkini

KPU Bali “Bedah” Filosofi Maskot Pilgub 2018

Denpasar, bali.kpu.go.id – Mengundang sejumlah Akademisi, Budayawan, Seniman serta Ketua Majelis Utama Desa Pekramaan (MUDP) Provinsi Bali, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Provinsi Bali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) guna menggali lebih dalam filosofi Maskot Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali (Pilgub Bali) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2018 mendatang. (08/09/17)

Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam acara yang dihadiri juga oleh Anggota, Sekretaris serta jajaran Pejabat Struktural Sekretariat KPU Provinsi Bali tersebut menyampaikan, Tema Maskot dalam Pilgub Bali Tahun 2018 direncanakan diambil dari Asas Kepemimpinan Hindu yakni Asta Brata yang memiliki filosofi ajaran kepemimpinan yang diberikan oleh Sri Rama kepada Gunawan Wibhisana sebelum ia memegang tampuk kepemimpinan Alengka Pura pasca kemenangan Sri Rama melawan keangkaramurkaan Rawana.

Asta Brata merupakan salah satu aspek dalam agama Hindu yang mengajarkan mengenai asas kepemimpinan yang terdiri atas kata “Asta” yang artinya delapan dan “Brata” yang artinya pegangan atau pedoman. Delapan Asas tersebuta yakni Indra Brata, Yama Brata, Surya Brata, Candra Brata, Bayu Brata, Kuwera Brata, Baruna Brata dan Agni Brata. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa Asta Brata memuat faktor-faktor dalam Human Relation (hubungan kemanusiaan) untuk mengarahkan seorang pemimpin dalam memandang bawahannya sebagai manusia budaya bukan manusia mesin.

Selain untuk mendalami filosofi Maskot lebih mendalam, diskusi kali ini nantinya diharapkan dapat memberikan makna yang mendalam dengan tidak meninggalkan atau menyimpang dari aturan-aturan yang ada. Sehingga meminimalisir kemungkinan konflik atau protes yang mungkin terjadi dari penggunaan simbol-simbol yang ada.(gb.red/Foto KPU Bali/gb/Hupmas)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 722 kali